Realisme-Sosialis yang terbungkus oleh Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat), selama ini menjadi titik sengketa yang tak ada habis-putusnya. Tapi sayang sengketa itu berlangsung tanpa ada referensi yang memadai yang menjelaskan hal-ihwal apa itu realisme-sosialis. Kerap ejekan dan hinaan itu hanya didasarkan pada dugaan bahwa realisme-sosialis identik dengan PKI. Pramoedya dlam buku ini mencatat poin-poin penting ihwal sastra bergenre realisme-sosialis disertai dengan paruh-paruh perkembangan sejarah sastra Indonesia secara menarik dan memikat.